Sumber Air Panas Pemapak Yang Asin

Bermula dari postingan seorang teman di Instagram, saya baru tau ternyata di Kalimantan juga ada tempat untuk bertemu dengan hiu paus atau yang lebih terkenal dengan sebutan whale shark ini, selama ini taunnya kita harus ke Papua untuk bisa berenang dengan mamalia laut ini.

Kebetulan ada waktu setelah mengurus open trip ke Pulau Derawan, bersama 3 orang teman kita langsung meluncur dari Tanjung Redeb untuk menuju Talisayan, sebuah kota kecamatan kecil tempat kita bisa betemu dengan hiu paus.

Setelah 3 duduk di atas jok mobil kami singgah di sebuah pemandian air panas yang masih alami. Ada sesuatu yang berbeda dengan sumber air panas ini, yaitu airnya yang terasa asin. Namun buka cuma itu yang membuat sangat recommended untuk dikunjungi sebelum menuju Talisayan atau Biduk-biduk, panorama di sekelilingnya juga masih alami, pohon-pohon besar menaungi dan bebatuan yang tampaknya dari karang yang telah mati membuat betah untuk berada disini.

Menyusuri jalan khas Kalimantan yang meliuk-liuk bagai ular dengan lubang di mana-mana membuat driver harus waspada, namun dengan driver kami yang berpengalaman, Mas Burhan, jalan seperti ini bukan menjadi masalah, bahkah Sita, Teman dari bali berkali-kali memuji kelihaian mas Burhan. Pepohonan bekas terbakar menghiasi pemandangan di kiri-kanan jalan, sebagian sudah ada yang ditanamai pohon kelapa sawit.

Airnya yang tidak terlalu panas dan bebas dari bau belerang juga membuat orang-orang bisa santai berendam sambil menikmati kehangatan dan kicauan burung, tak jauh dari sumber air panas mengalir sebuah sungai yang bisa menjadi alternatif lain untuk berendam. Namun satu hal yang membuat saya penasaran, yaitu dari manakah sumber dari panasnya air tersebut.

Puas menikmati pemandian air panas kita kembali melanjutkan perjalanan menuju Talisayan, ada beberapa pilihan hotel dan penginapan yang bisa menjadi alternative untuk melepas penat, namun setelah melakukan survey dengan cara singgah di setiap penginapan akhirnya pilihan kami jatuh pada Hotel Aneka yang berada di ujung desa, selain karena tempatnya yang strategis bangunannya yang bersih dan baru juga menjadi salah satu alasan kami.Sumber air panas yang berada di Kampung Biatan Bapinang, Kabupaten Berau ini memang belum terkelola dengan baik, ada kamar ganti dan shwoer untuk membilas badan namun tidak berfungsi. Hanya ada beberapa warung yang buka pada weekend atau hari libur.

Cerita tentang berenang bersama whale shark atau hiu paus akan dilanjutkan di postingan selanjutnya.

Happy responsible Travel!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>